Kamis, 25 Januari 2018

Kisah burung gagak pembawa roti

*Burung Gagak Pembawa Roti*

"Suatu ketika, " begitu Malik bin Dinar bercerita, “Tatkala aku jalan di seh hutan untuk pergi haji, aku melihat burung gagak dengan membawa roti di mulutnya. Aku pun  berkata, gagak itu terbang sambil membawa roti? ini aneh. Maka aku ikuti sampai ia berhenti di sebuah gua.

Ternyata aku dapati seorang laki-laki terikat dan tidak mampu melepaskan diri. Roti itu ada di hadapannya.
Maka aku bertanya kepada laki-laki itu, mengapa ia terikat?
Ia menjelaskan bahwa ia adalah salah seorang jamaah haji yang dirampok, hartanya diambil lalu diikat di tempat tersebut.

Ia menceritakan pengalamannya, _“Berhari-hari aku menahan lapar, lalu aku menghadap Allah dengan sepenuh hati dan membaca,_ _“Wahai Engkau yang telah berfirman dalam Kitab Suci, "Bukankah Dia (Allah ) yang memperkenankan (doa) orang yang kesulitan apabila ' berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan ”_ (An-Na 62). _Hamba sedang kesulitan, maka kasihilah aku, ya Allah."_

Allah kemudian mengijabahi doaku. Dia mengutus seekor burung gagak itu untuk memberi makan kepadaku.
Malik bin Dinar pun mengakhir kisah ini, "Aku pun langsung melepas ikatannya, lalu kami pergi."

Diambil dari kitab, “Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafa’is” (juz 2, hal. 16) karya Abdurrahman bin Abdissalam Ash-Shafwari (w. 894 H), 1283 H, Al-Mathba’ah Al-Kastiliyah-Mesir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar